Sabtu, 19 Oktober 2013

The Less You Care, The Happier You'll Be

hari ini intinya gue nggak bisa tidur. lagi-lagi gara-gara mikirin laporan magang yang jelas-jelas nggak gue sentuh dari minggu lalu. malesnya itu loh... gue ini tipe orang yang sebenernya nggak males, nggak pinter-pinter amat juga, tapi semenjak sekarang ini istilahnya gue "nganggur", ya makin jadi lah itu males.

well, sebenernya bukan itu yang mau gue tulis di blog. udah lama juga nggak nulis apa-apa. tadi itu, gue lagi baca satu kalimat tulisan yang tertulis begini "the less you care, the happier you'll be". padahal sih cuma tulisan bahasa inggris doang, tapi nggak tau kenapa menurut gue walaupun cuma sebaris, tapi itu bisa bikin mikir berkali-kali dan akhirnya cuma bisa bilang "bener juga..."

kamis kemaren, gue meluangkan waktu buat 2 sahabat gue yang emang kita ini jarang banget ketemu. namanya caca dan aiy, layaknya abg jaman sekarang kita bertiga ngemall lah di salah satu mall dahsyat di jakarta selatan. banyak juga yang kita omongin sih pas ketemu kemaren, ya namanya juga cewek kalo batre masih full teng apalagi mood lagi bagus pasti nyerocos kemana-mana. sampai lah pada pembicaraan tentang cowok.

jadi, temen gue si aiy ini menceritakan gimana sweet nya dia sama cowoknya. gue sebagai teman yang baik hanya bisa mendengarkan sebagian ceritanya yang sebagian gue nggak nangkep sebenernya hahaha. so, sampai dia berhenti ngoceh dan akhirnya dia gantian nanya balik gimana hubungan gue sama cowok gue, Amer. sebatas cerita hubungan gue dan cowok gue yang semakin membaik, mau 3 tahunan. cuma sebatas itu.

sampai akhirnya 2 cewek ini penasaran karena gue nggak ngoceh-ngoceh tentang hubungan percintaan gue. hm... dan gue cuma cengengesan.

menurut gue, kehidupan itu punya porsinya kayak makanan aja. mulai dari pembagian circle keluarga, good friend, sahabat, sampai ke cowok. dan nggak semua orang perlu tau hubungan pribadi lo. gue pernah baca 1 tulisan "some people are just curious about your story, it doesn't mean they're trully care or understand" dan menurut gue juga itu bener.

malah, kadang waktu lo pengen cerita atau cuma sekedar sharing aja orang-orang udah men-judge dengan seenaknya. well, that's what happened. dengan nggak mengumbar apa yang terjadi sebenernya lebih bagus, hidup lebih damai dan nggak banyak yang menjudge apa yang gue lakuin.

and the point is... kadang seharusnya kita jalan lurus aja ke depan dan nggak terlalu peduli sama apapun. let them talk behind your back, karena kebahagiaan itu kita yang pilih, bukan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar